Saya itu Beruntung Sekali, Serius Benar2 Besyukur Saya Itu.

Saya Beruntung Sejak Dulu Tidak Pernah Konsumsi Berita Baik Dari Online, Koran Atau Pun Media TV, Karena Tidak Nonton TV Lebih Tepatnya Tidak Punya TV.

Sejak 5 Tahun Lalu, Kalau Tidak Salah. Lagian BTW Tidak Ada Pentingnya Akurasi Sejak Kapan Tidak Punya TV.

Lalu Bagaimana Saya Tahu Berita Perkembangan Dunia. Saya Punya Teori Berfikir:
Jika Berita Itu Penting, Besar, Maka Akan Sampai Sendirinya Issue Itu Kesaya.

Entah Dari Trending Topik Online, Ataupun Pembicaraan Di Teras Mushola.

  • Saya Bersyukur Tidak Pusing2 Karena Heboh Pemilihan Presiden
  • Saya Bersyukur Tidak Pusing2 Karena,… Karena Apa lagi Yah, G Tahu Mau List Apa Lagi Karena Bener-Bener Tidak Fokus Ke Hal-Hal Seperti Itu.

Atau Yang Sedang In Saat Ini Issue Corona. Serius Saya Tidak Merasa Terganggu Karena Issue Virus Corona. Except Kebijakan Pemerintah

Saya Sempat Pernah Di Tanya Oleh Seorang Profesor Ahli Microbakteriologi.

Sangat Terngiang Di Otak Saya, Kalimat Pertama Yang Keluar Dari Beliau. Note: Saya Bertemu Beliau Untuk Pertama Kalinya Which Is Artinya Saya Tidak Kenal Sama Sekali Begitu Pun Sebaliknya.

Lalu Kalimat Yang Beliau Keluarkan Adalah “Kalau Dihadapanmu Ada Virus Corona Dan Tuhan, Mana Yang Lebih Kamu Takuti”

Saya Pun Jawab Karena Itu Sebuah Pertanyaan. Saya Jawab:

Saya Tidak Tahu, Karena Saya Tidak Memikirkan Sama Sekali Perkara Virus Corona. Karena Tidak Pernah Memikirkan Corona. Jadi Saya Sama Sekali Tidak Khawatir, Gitu Prof.

Saya Beruntung Tidak Begitu Suka Baca Isi Timeline Social Media Saya

Saya Sangat Selektif Baca Isi Timeline Social Media. Selektif Approve Pertemanan Facebook Saya. Izinkan Saya Jadikan Moment Ini Sebagai Permohonan Maaf.

Maaf Yah Bukan Sombong Karena Tidak Approve Pertemanan Yang Sudah Add Friend Di Facebook. Karena Setidaknya Ada 2 Kategori Yang Menjadi Teman Di Facebook Saya

  1. Karena Konten Statusnya Menurut Saya Bermanfaat Untuk Kehidupanku
  2. Karena Kita Berteman Dan Atau Minimal Pernah Bertemu Sacara Offline

Jumlah Pertemanan Saya Perdetik Ini Only 500an Dan Yang Request Pertemanan Ada 600an

Jumlah Pertemanan Saya Perdetik Ini Only 500an Dan Yang Request Pertemanan Ada 600an

Kalau Pun Nanti Ada Akun Yang Post Nya Menurut Saya Tidak Bermanfaat, Maka Saya UnFollow Akun Tersebut.

Saya Beruntung Isi Timeline Youtube, Google Discover Sesuai Dengan Apa Yang Saya Suka

Saya Sebut Ini Penjara Kebenaran, Dimana Kebenaran Itu Adalah Kebenaran Yang Berasal Dari Suara Terbanyak. Dimana Sebenarnya Itu Bukanlah Sebuah Kebenaran. Prinsipnya Bukan Siapa Yang Benar Tapi Apa Yang Benar Quote Dari Cak Nun

Ada Namanya Teori Filter Bubble. Dilansir Dari Farnam Street, Filter Bubble Adalah Istilah yang menggambarkan bagaimana Algoritma Menentukan Informasi Apa Saja Yang Akan Kita Temukan Di Internet.

Algoritma Ini Di Internet Ini Bisa Berdampak Negatif Atau Bisa Menjadi Kurang Baik. Algoritma Ini Bisa Memenjarakan User Internet Dari Fakta-Fakta Lain. Yang Membuat Kita Hanya Dapat Mengakses Fakta-Fakta Dalam Lingkaran Jejak Aktifitas User Internet

Teori Filter Bubble
Source: https://mmc.tirto.id

Imagine, Ketika Kamu Buka Halaman Utama Situs Youtube.com. Lihat Tampilan Video Yang Disarankan, Lihat Video Video Yang Muncul. Jika Kamu Sering Nonton Video Tetang A Makan Akan Tampil Video Video Serupa Tentang A.

Coba Cek Ketika Kamu Search Menggunakan Mesin Pencari Google, Satu Sample Saja Teori Filter Bubble Dari Google Search. Lihat Bagian Paling Bawah Ada Keterangan Lokasi

Teori Filter Bubble

Maka Hasil Relevasi Pencarian Mu Di Google Search Akan Terpenjara Dari Lokasi Tersebut. Nah, Lalu Bagaimana Cara Crack Dari Penjara Kebenaran Ini. Ya Besok-Besok Saya Sambung Cara Keluar Dari Penjara Kebenaran Filter Bubble. Komen Yah Kalau Kamu Pengen Tahu.

Terakhir Sekali Lagi Saya Beruntung Dan Bersyukur. Karena Tidak Suka Terlalu Ikut Khawatir Dengan Issue Issue Yang Beredar. Dan Terimakasih Sudah Baca Catatan Tanpa Titik Kali Ini Sampai Habis. Semoga Bermanfaat, Kalau Suka Silahkan Bantu Di Share. Thank You Wassalamualaikum Warohmatullah Hiwabarokatu.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *